Bukan Traveller

Beberapa waktu kemaren, gue coba melakukan apa yang biasa dilakukan para traveller. Gue.. nyobain jalan-jalan, mengunjungi tempat bagus, mengabadikannya pake kamera, terus share..!!
Bedanya, gue bukan traveller sungguhan. Gue cuma orang keren (kata gue sendiri) yang nyobain liburan ke tempat jauh aja.

(lebih…)

Iklan

Be Like A Dolphin!

Soal liburan ke Pulau Dolphin, gue udah pernah posting belom ya? ..kalo sampe belom, berarti kelewatan banget! Soalnya ini udah lama..!!

Well, bruh..
Jadi gue mau cerita. Soal liburan iseng-iseng ke Pulau Dolphin – salah satu pulau gak berpenghuni yang ada di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Awalnya, gue pikir dolphin itu cuma sekedar nama. Sama halnya seperti nama-nama fiksi lainnya yang disematkan buat pulau-pulau yang satu kawasan sama pulau itu. Pulau Tidung, Pulau Bidadari, Pulau Harapan.. semua nama terkesan drama banget alias kejauhan kalo dihubungkan sama realita konkret yang bisa kita temuin di sana.

Nyatanya, dolphin atau lumba-lumba, itu emang ada di sana. Ya.. Lumba-lumba beneran maksud gue!! Yang ikan itu..!
Aneh juga sih, soalnya laut Jakarta kan kalo diliat-liat nggak laut laut banget. Maksudnya tuh kayak beda lah feels-nya sama laut lain yang lebih adventurable. Mungkin karena emang deket sama kota kali ya?! Udah gitu juga banyak limbah buangan dari kawasan industri yang dibuang ke sana.

Nah, tapi soal lumba-lumba a.k.a dolphin, itu ternyata beneran kita temuin lho..!! Seneng deh.. Biarpun sebenernya agak aneh sih ngeliat langsung di laut (karena keseringan liat di akuarium gede).
Nggak begitu lama videonya. Cuma sekian detik aja. Soalnya, first thing we did pasca liat lumba-lumba itu, kita nggak bereaksi spontan ngambil kamera.. Tapi malah terkesima. Such a nice experience!

Ngomong-ngomong soal dolphin.. Gue jadi inget quote yg bilang : “Don’t Trust Blindly!
If in shark infested waters, don’t assume the fin coming toward you is a dolphin.” –
Mary Russel

Fake Agent

Cari talent itu susah-susah gampang!
Ya, talent.. bukan talenan!
Talent di sini adalah penampil yang akan memainkan sebuah karakter, baik itu karakter dirinya sendiri atau karakter orang lain di luar dirinya; dimana kemudian karakter tersebut dipertontonkan kepada orang lain untuk menyampaikan messagenya. (Definisi a la gue sendiri)

Jadi gini ceritanya..
Beberapa waktu lalu, seorang teman (sebut saja mawar) yang kerja di sebuah PH (baca: production house, bukan pelita harapan apalagi pizza hut), meminta bantuan gue untuk dicarikan talent. Nantinya, si talent ini akan dicasting untuk sebuah dummy program TV. In short, gue suruh nyari orang yang mau muncul di TV. Namanya muncul di TV, udah pasti dibayar dong yah.. Soalnya kan yang dicari itu talent, bukan si empunya klinik pengobatan yang nyuruh kita promosiin tempat prakteknya. Dibayarnya udah pasti pake duit, bukan pake beras. Bocoran budget fee yang ditawarkan jumlahnya standar, karena yg diminta adalah talent baru, bukan ertong kelas A yang biasa wara-wiri di layar TV.

Meski gue nggak memasarkan artis seperti layaknya mucikari RA, tapi gue pikir “pekerjaan” ini akan berjalan mudah. Karena apa? Karena ini bukan hal baru buat gue. Beberapa waktu silam, gue juga pernah melakukan hal serupa -tepatnya, waktu kantor gue yang dulu (yang sebelah sononya kantor sekarang), berencana untuk membuat sebuah program variety show yang konsepnya itu kebetulan gue sendiri yang bikin; gue diminta untuk cari talent yang bukan artis mahal. Seinget gue, waktu itu gampang banget..! Tinggal kontak sana-sini, langsung banyak yang antri di ruang casting dengan membawa formulir pendaftaran.
Jadi dengan kata lain, biarpun status gue bukanlah seorang talent coordinator, casting director, atau apalah.. melainkan cuma talent scout dadakan – mendekati gadungan (tapi bukan fake agent), gue bisa dibilang sukses mencetak hattrick.. Apalah?!! Mencetak talent.. Host program TV yang sekarang programnya udah nggak tayang lagi.

Nah kali ini, gue sepertinya merasa agak kesulitan, sodara!!
Sampe tanggal hari H yang ditentukan oleh si temen gue, si sebut saja mawar (SSM) tadi, gue belum dapet unit talent yang sesuai kriteria! Gue pikir “Udah gak ada yang mau apa muncul di TV? ..padahal, bukannya masuk TV itu adalah khayalan para babu (babu’s dream)? Toh setau gue, banyak yang saking pengennya jadi artis, sampe-sampe pada rela memperbodoh diri mereka sendiri, dengan cara meng-upload video2 ca’ur mereka di youtube?! Mereka mau tampil meng-konyol-kan diri biar terkenal! Bahkan ada yang sampe mau bobo-bobo lucu sama produser tua bangka, biar dipake di film, sinetron, FTV, dan lain sebagainya..!!? Lah ini kok yang gak usah pake bobo-bobo lucu aja susah banget nyarinya?!!”

Pada akhirnya..
Gue nyerah! Gue gak bisa lagi bantu temen gue lantaran sampe waktu yang ditentukan, gue cuma dapet beberapa kiriman e-mail dari kandidat yang kriterianya nggak masuk.
It’s ok.. temen gue bisa maklum, karena ini memang project sukarela. In other words, gue cuma bantuin dia – jadi kalo sukses ya sukur, kalo nggak ya nggak apa2.

Ya udah..
Segitu aja cerita gue. Intinya, cari orang yang sesuai kriteria itu susah2 gampang..!
Jelas, kan..?! Cari orang buat masuk TV aja nggak gampang, gimana cari orang yang tepat buat menemani kita dalam suka dan duka.. sampai kita tua nanti??!

#eeaaa #apaini #colongandikit