Memperbabu Bos Sendiri

Reportase langsung dari Kosan:
Bung Noel – Oom G Post (14/09)

Merasa paling ganteng? tentu saja boleh. Merasa paling keren? boleh juga. Merasa paling berbahaya? juga boleh. Tapi kalo merasa paling berkuasa? itu yang berbahaya. Karena apa? karena kalo lau merasa bahwa lauh memiliki kuasa yang jauh melampaui fakta yang sebenarnya, dikhawatirkan nantinya lau akan secara semena-mena memperbabu bos lau sendiri, seperti misalnya: “Bos.. bikinin gue kopi!”, atau “Bos.. cuciin celana gue!”. Kan ngga lucu kalo sampai kejadian begitu.

Emang sih.. ngga ada yang melarang kalo misalnya bos lau melakukan apa yang sejatinya menjadi tugas lau; tapi mikir dikit laahh.. apa ada bos yang mau nyuciin celana anak buahnya??

Naah.. kebetulan gue ngga terlalu mikirin soal itu, karena yang gue pikirin adalah rencana kenaikan harga listrik.
Ya.. santer diberitakan, bahwasanya tarip dasar listrik insaawloh akan segera naik. Dan saya, sebagai figur yang senantiasa berada dalam kesuraman, selalu menginginkan agar hari-hari tetap terang. Jadi saya jelas menolak rencana kenaikan tersebut!!
Tapi ngomongin soal kesuraman.. apa yang gue bilang tadi sepertinya memang benar adanya. Gue senantiasa berada dalam kesuraman.
kenapa gue ngerasa suram? Yaa.. entahlah ya. Yang jelas, semenjak gue kehilangan sosok idola, gue bagaikan seorang tukang bubur yang naek haji.. maap.. maksudnya bagaikan seorang tukang bubur yang kehilangan dandang. Bayangkan sodara-sodara..!! Bagaimana bisa seorang tukang bubur kehilangan dandang? sedangkan ia jualan bubur pake dandang; dan bubur yang ia jual di simpan di dalam dandang! Jadi jika dandang yang menjadi main talent-nya hilang, maka apa lagi yang akan dijual? Kesuciankah?
..siapa juga yang mau beli kesucian seorang tukang bubur?!

Kehilangan sosok idola itu bagaikan presiden yang diceraikan oleh ibu negara! SAKIT, MASBROOHHH!!
Ngomong-ngomong belum ada kan ya presiden yang di tengah masa jabatannya bercerai? (atau minimal pisah ranjang lah..)
Bayangkan kalo ada presiden yang bercerai di tengah masa jabatannya.. maka pembagian harta gono-gini-gitu-nya gimana yaa..?? Separuh menteri kabinet ikut presiden, dan separuh lagi ikut ibu negara.

“Lu kira presiden bapak gua and ibu negara emak guaaa??!!”, begitu pastinya batin salah seorang menteri yang terlibat.

Nah.. jadi bagaimana menurut sodara-sodara sekalian tentang kasus ini?
pasti kalian nanya kasus yang mana? ..iya kan??
Sudahlah.. semakin hari dunia memang semakin sulit untuk dimengerti. Jadi jikalau anda merasa bahwa diri anda sudah mampu, maka menikahlah. Lhhhoooapaini? kok jadi kemari-mari??

Jadi intinya ya sudahlah..
Kalo sekiranya ada dari kalian yang menginginkan perbaikan taraf hidup, mention donk ke twitter gue. Pada belagu amat sih ga mau mention-mention acan..!!?
Jangan gitu laaahh.. jadi orang kan harus bersosialisasi. Kan siapa tau nanti kalo udah gedenya bisa jadi tante-tante sosialita.. bener ga, tan?!

12 thoughts on “Memperbabu Bos Sendiri

  1. lebih ga sopan lagi ‘Om guru, kerjakan pe-erku’

    seumpama makanan, ini mungkin nasi campur paling komplit sedunia πŸ™‚

    dan, komen saya juga ga jelas, sejelas ketidaktahuan saya tentang hubungan antara om noel dan oom guru..

Ngomen Yang Bener!!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s