Tukang GoJek di Drama Turki

Dulu TV kita sempet diberondong sama serial Jepang, terus Latina aka telenovela, terus mandarin, terus India.. sekarang Turki! Mau diajak kemana sebenarnya pemirsa TV kita ini?

Kalau kalian nanya kenapa TV kita isinya cuman gitu-gitu aja? Gak ada yang mendidik.. Maka salahkanlah ibu-ibu. Mereka lah yang membuat tayangan sejenis sinetron / drama seri kian menjamur. Mereka yang menonton dan memakmurkan keberadaan tayangan macam itu.
Ini adalah ironisme yang terlanjur jadi mata rantai panjang, yang mungkin udah gak akan bisa diputus. #cieilehbahasanya

Ngayal babu nih ya..?! Seandainya aja penonton TV Indonesia itu pada pinter, maka mereka bakal nggak ngegubris program-program yang tidak mendidik macam sinetron atau drama yang lebay-lebay gitu.. dan mereka, pastinya akan cendrung berpaling ke program yang lebih edukatif. Nantinya gimana? Jelas, program edukatif itu akan punya rate bagus, perusahaan akan senang beriklan di situ, nilai jualnya juga jadi mahal.. Terus, production house akan berlomba untuk membuat program edukatif yang inovatif. TV pun jadinya bakal senang menayangkan itu. Sinetron yang lebay macam serigala-serigalaan, india-indiaan atau turki-turkian, otomatis bakal kaclep.
Kalo sekarang, karena yang laku adalah yang begitu-begitu, maka yaa.. TV-TV akan terus menayangkan begituan.

Intinya, intelektualitas masyarakat Indonesia kebanyakan, bisa diukur dari rating sinetron. Semakin tinggi rating / share program jenis itu, maka.. ya begitulah ya?!!

Nah, ngomongin soal sinetron, ada uneg-uneg nih..!
Tau sinetron Tukang Ojek Pangkalan, yang beberapa waktu lalu sempet tayang di RCTI? ..eh, apa masih tayang ya??!
Kalau tau sinetron itu, pasti tahu juga dong sama theme songnya??

Kalau nggak tahu, silahkan cek sendiri nih..

OST Tukang Ojek Pangkalan

Nggak ada yang aneh sih.. Cuma, waktu saya nyetream lagu lain, yakni lagu cover-nya band pop-punk SUM 41 yang judulnya “Sick of Everyone”, saya nemu kemiripan dengan theme song-nya sinetron Tukang Ojek tadi.

Blackray – Sick of Everyone (SUM41 Cover)

Entah disengaja atau nggak.. Entah cuma saya atau yang lainnya juga ngerasa.. tapi kalo diliat dari sound, tempo dan ambience-nya, emang dua lagu itu punya kesamaan di bagian intronya. Entah siapa yang niru siapa.. Entah siapa yang menginspirasi siapa, yang jelas, keduanya mirip walaupun cuma di bagian intro doang.

///

Nah.. kalo tadi kita ngomongin sinetron Tukang Ojek Pangkalan, maka kita akan berpikir: “Agak dilematis juga yah mereka ini..??!”
Kenapa?
Karena belakangan, mereka eksis di banyak program berita. Bukan lantaran reputasi atau prestasi yang dibuat, melainkan karena kebrutalan mereka terhadap tukang ojek online.

Kalau menoleh ke belakang, tukang ojek pangkalan itu memang selalu identik dengan ketidakteraturan. Gak percaya? Coba aja anda ribut sama salah satu tukang ojek, yang lainnya pasti datang untuk ikut menghakimi anda tanpa perlu tahu alur masalahnya. Selain itu, keberadaan mereka di pinggir jalan, kadang jadi penyakit lalu lintas. Nih contohnya!

image

Foto diambil di depan stasiun Bojong Gede, Kabupaten Bogor.
Semrawut! Angkot yang ngetem di tengah jalan karena bahu jalannya dipakai tukang ojek buat ngetem, bikin Bogor jadi kota teratas dari daftar kota yang nggak pengen saya tinggalin (sebenernya).
Terus? Pejabat-pejabat Pemda-nya.. pada kemana?
Entahlah.. mungkin mereka lelah. Tapi lelah apa? Kerja aja nggak! Mungkin mereka pada sibuk bangun rumah, bangun villa, bangun usaha, ataupun minta jatah sana-sini. Sementara, kenyamanan rakyat yang jelas-jelas adalah tanggung jawab mereka, tidak ditoleh sama sekali.

Cobalah kalian, warga Kabupaten Bogor.. Bangun!! Kalian bayar PBB kan? Bayar pajak kendaraan kan? Bayar retribusi lainnya kan? Ikhlas kah kalian??
Terus apa kalian ikhlas juga di kasih fasilitas / infrastruktur yang alakadarnya.. yang gak sebanding dengan apa yang kalian keluarkan?! Mau aja dikasih jalan yang aspalnya udah nggak karu2an.. Pasar yang semrawut.. Berpikirlah!

Pos Berikutnya
Tinggalkan komentar

Ngomen Yang Bener!!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: