Video Company Profile di Bandara

Beberapa minggu dibuat sibuk oleh urusan pribadi dan juga urusan kerjaan, akhirnya sekarang saya bisa nulis dan ngupdate blog ini lagi. Well, lumayan banyak sebenernya yang pengen dituangin di sini.. cuma kayaknya, nggak akan ada yang tertarik juga kalo saya bahas urusan yang nggak consumable buat kalian yang baca blog ini.

Jadi gini..
Di postingan kali ini, saya pengen cerita, bahwa beberapa minggu kemarin, saya dapet pengalaman baru. Pengalaman apa? Yakni pengalaman membuat video company profile..!
Lah.. bukannya itu mah udah biasa dan udah pernah juga sebelumnya?
Kalo untuk video compro-nya, iya.. emang udah pernah beberapa kali saya buat. Tapi untuk project yang terakhir ini, lumayan jadi pengalaman. Karena apa? Karena baru kali ini saya maen ke bandara Soekarno-Hatta, tapi bukan di passanger area-nya. Kalo cuma sekedar Terminal 1, 2 atau Terminal 3 yang baru, pastinya udah banyak orang yang ke sana. Sementara saya dan teman-teman kru, maennya ke atas – ke menara Air Traffic Control-nya!!!

Ada yang udah pernah ke sana?

air traffic control

air traffic tower bandara Soekarno-Hatta

shooting crew

suasana saat kru mengambil gambar di Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno-Hatta

Zona yang dimiliki oleh PT. Airnav Indonesia itu, emang masuk kawasan yang ultra-restricted. Gak semua orang boleh masuk ke sana. Apalagi, masuk ke area vital dimana para staff operator sedang berkonsentrasi penuh mengatur lalu-lintas pesawat baik di sekitar airport maupun di udara. Sedikit aja konsentrasi mereka buyar atau paitnya sampe menyebabkan error, maka bukan resiko kecil yang harus ditanggung.
Beruntung.. klien yang minta buatin video company profile itu adalah perusahaan yang berafiliasi dengan otoritas tertinggi dari industri penerbangan tanah air. Alhasil, kita dapet akses buat jalan-jalan di sana-sini (selain kawasan sekitar bandara soetta, saya sama temen-temen juga maen-maen ke bandara Pondok Cabe, serta beberapa tempat yang merupakan kantor perusahaan yang bergerak di bidang aviasi). Cuman sayang.. dari sekian kesenangan saya bisa maen ke sana, ada beberapa tempat yang pada akhirnya -karena satu dan lain hal- nggak bisa kita datangin; cotohnya kayak Garuda Mantainance Facility (GMF). Sayang banget..!

 

Nah, videonya itu sendiri, sekarang baru selesai tahap editing.. jadi selanjutnya, tinggal dipresentasiin ke kliennya. Ide videonya merupakan hasil akulturasi antara ide saya sendiri, dan juga ide dari beberapa orang yang ada di agencynya. Konsepnya naratif plus testimoni, seperti halnya video company profile pada umumnya.

Minggu depan, kalo materinya udah diapprove oleh klien dan udah boleh dipublish, saya akan kasih liat kalian. Saya upload di akun youtube saya nanti.
Untuk sekarang, sekian aja dulu.. kebanyakan bosen juga kan kalian bacanya?!

😀 😀

Iklan

Stasiun Kereta Manggarai

Banyak orang yang sering ngeluh soal krl commuter line  yang (hampir) tiap hari ngalamin yang namanya antrian. Orang-orang yang mau kerja, yang berangkat dari Bogor atau Bekasi, dipaksa buat sabar nunggu di dalam rangkaian yang statis. (lebih…)

Be Like A Dolphin!

Soal liburan ke Pulau Dolphin, gue udah pernah posting belom ya? ..kalo sampe belom, berarti kelewatan banget! Soalnya ini udah lama..!!

Well, bruh..
Jadi gue mau cerita. Soal liburan iseng-iseng ke Pulau Dolphin – salah satu pulau gak berpenghuni yang ada di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta.

Awalnya, gue pikir dolphin itu cuma sekedar nama. Sama halnya seperti nama-nama fiksi lainnya yang disematkan buat pulau-pulau yang satu kawasan sama pulau itu. Pulau Tidung, Pulau Bidadari, Pulau Harapan.. semua nama terkesan drama banget alias kejauhan kalo dihubungkan sama realita konkret yang bisa kita temuin di sana.

Nyatanya, dolphin atau lumba-lumba, itu emang ada di sana. Ya.. Lumba-lumba beneran maksud gue!! Yang ikan itu..!
Aneh juga sih, soalnya laut Jakarta kan kalo diliat-liat nggak laut laut banget. Maksudnya tuh kayak beda lah feels-nya sama laut lain yang lebih adventurable. Mungkin karena emang deket sama kota kali ya?! Udah gitu juga banyak limbah buangan dari kawasan industri yang dibuang ke sana.

Nah, tapi soal lumba-lumba a.k.a dolphin, itu ternyata beneran kita temuin lho..!! Seneng deh.. Biarpun sebenernya agak aneh sih ngeliat langsung di laut (karena keseringan liat di akuarium gede).
Nggak begitu lama videonya. Cuma sekian detik aja. Soalnya, first thing we did pasca liat lumba-lumba itu, kita nggak bereaksi spontan ngambil kamera.. Tapi malah terkesima. Such a nice experience!

Ngomong-ngomong soal dolphin.. Gue jadi inget quote yg bilang : “Don’t Trust Blindly!
If in shark infested waters, don’t assume the fin coming toward you is a dolphin.” –
Mary Russel