[Medley] LGBT yang Jatuh Cinta jadi DeadPool

Entah kenapa, isu LGBT belakangan ini jadi rame banget..?! Dimana-mana, banyak orang yang ngeshare hestek #TolakLGBT – sementara yang lainnya kekeuh bahwa kaum LGBT tetep manusia juga, yang notabene punya standar HAM buat dihargai.
Berita TV, koran, web portal, sampe obrolan warung kopi, kang sayur, kang bajigur sampe kang indomie rebus, sekarang lagi ngobrolin LGBT.. termasuk diantaranya artis yang lagi kesilep perkara yang urusannya sesama jenis. Mulai dari Indra BekSayap sampe Saipul Jambret, sekarang konon lagi ketar-ketir lantaran kebelejok napsu sama sejenis. Mungkin mereka termakan propaganda yang mengusung tagline “Cinta tak mengenal jenis kelamin” kali yaa..??

Maigat! Mereka salah persepsi!!
Cinta yang tak mengenal jenis kelamin, tentu saja bukan cinta yang urusannya tusuk2an, jilat2an, sedot2an mandi kucing-mandi kucingan, petik mangga-petik manggaan, dan lain sebagainya. Cinta yang dimaksud dalam konteks kalimat itu adalah kepedulian, tolong-menolong, hormat-menghormati, menjaga dan saling menhargai.
Bedakan antara cinta dan nafsu! Bedakan juga soal cinta yang universal dan cinta yang spesifik!

Udah ah..! Gue sendiri gak tertarik ngebahas LGBT yang lagi rame itu. Gue lebih tertarik sama LGBT yang lain..

LGBT yang lain? Apa itu?
LGBT yang gue maksud, singkatan dari : Lagi Galau Banget Tjooyy!
Ya, gue merupakan LGBT. Tapi.. gue bukan gay, lesbi, butchi, sissy, femme atau apalah yang belok-belok..! Gue LGBT.. lagi galau banget tjoooyy!!

Galaunya kenapa?
Yaa, biasa lah ya. Kalian pernah muda kan? Pernah ngerasain gimana sreneng-srenengnya jatuh cinta? Ya itu yang lagi gue rasain sekarang!!
That’s right! Gue lagi jatuh cinta..
Jatuh cintanya sama siapa?
Ada deh.. yang jelas, someone-nya ini spesial banget dehh! Mirip penyanyi yang lagi ngeheitz yang pernah gue jadiin bacol alias bahan colat-colet di blog alias bahan postingan dulu.. siapa lagi kalo bukan Isyana. Malah, kalo gue bilang sih.. si gebetan gue ini jauh lebih cakep dari Isyana.

Terus Masalahnya?
Masalahnya adalah.. gue belum punya keberanian buat ngomong langsung ke orangnya, kalo gue suka sama dia. Entah kenapa?? ..tapi wajar sih, karena ke-grogi-an yang muncul tatkala kita berhadapan sama sang pujaan hati, merupakan hal manusiawi yang biasa muncul adanya. Jangankan gue.. superhero aja, kalo ketemu pujaan hatinya bisa gregori. Inget dong salah satu adegan di film Deadpool..? Pas waktu si Wade Wilsonnya udah jelek, terus ketemu ceweknya di klab tempat si ceweknya kerja, dia nggak berani ketemu muka.
Deadpool

Mungkin itu jadi sisi humanis dari film superhero.
Jadi dengan kata lain, se-superhero superheronya superhero, tetep aja kalo ketemu pujaan hati mah ciut juga nyalinya!
love

Ngomong2 soal pujaan hati, ini ada lagu tentang pujaan hati.. spesial buat kalian yang udah baca postingan ini sampe tuntas :

Iklan

C I N (T) A

JATUH CINTA adalah masa dimana logika tak lagi memiliki makna; dan mulut tak hanya untuk bicara. Spektrum cahaya laku manusia, hanya ditentukan oleh senyawa antara MATA dan RASA.
JATUH CINTA juga menjadi salah satu alasan bahwa manusia boleh menjadi gila. Bertingkah diluar konteks ‘biasa’ meski tak jarang, itu kerap menjadikannya sebagai objek tawa.
Setiap yang ditangkap oleh mata, maka senantiasa akan dianggap sebagai aura yang merefleksikan alur cerita lawas tentang KAMU dan DIA – dalam konteks yang sebenarnya agak memaksa.

Nahh, ngomong-ngomong.. adakah di sini yang kiranya sedang merasakan jatuh cinta?
Bisakah kamu benar-benar menikmatinya? Atau (pada akhirnya) hanya membuatmu merasa disiksa?

Tak Perlu Dibuat Rumit..
Jika ya, maka bilang saja ya.. jika tidak, ya bilang tidak. Gak ada alasan untuk memalingkan muka kalau memang kamu suka. Lafalkan kata mutiara agar kemudian semua bisa terbaca..!
Tak perlu takut, karena cinta tak mengenal beda, usia atau bahkan apa yang kamu bawa. Jika pada akhirnya kamu kecewa, tenang saja.. itu berarti bahwa kamu bukan sedang melihat apa yang dimaksud CINTA.

Sekian..
Dari orang yang sedang JATUH CINTA.

Masihkah Kamu # Jika Aku # ?

Akhir2 ini, beranda facebook saya sering dihiasi oleh foto-foto yang memuat ekspresi kebanggaan seseorang, yang merasa namanya tertera di kaleng minuman bersoda. Entah karena memang tidak menyadari bahwa nama-nama mereka itu tidak eksklusif, atau hanya senang lantaran mereka tahu kalau kaleng-kaleng minuman bersoda itu bisa didaur ulang..??!

Terlepas dari itu, kalau saya sendiri, tidak mau ngurusin apakah nama saya ada di kaleng atau nggak. Sekarang ini saya cuma lagi gondrong.. ehh, gandrung.. alias suka alias keranjingan alias demen sama lagunya R City yang featuring Mas Adam yang judulnya “Locked Away”. Menurut saya, dari segi lirik, lagu itu keren. Coba perhatikan..!

image

Lirik “Locked Away” – R. City feat. Adam Levine

REFF:
If I got locked away
And we lost it all today
Tell me honestly would you still love me the same?
If I showed you my flaws
If I couldn’t be strong
Tell me honestly would you still love me the same?

VERSE:
Right about now
If I judge for life, man, would you stay by my side?
Or is you gonna say goodbye?
Can you tell me right now?
If I couldn’t buy you the fancy things in life
Shawty, would it be alright
Come on show me that you down
Now tell me would you really ride for me
Baby tell me would you die for me
Would you spend your whole life with me
Would you be there to always hold me down
Tell me would you really cry for me
Baby don’t lie to me
If I didn’t have anything
I wanna know would you stick around

REFF

VERSE:
Let’s get it down
All I wanna is somebody who really don’t need much
A girl that I know I can trust
To be there when money low 
If I did not have nothing else to give but love
Would that even be enough
Gal, me need to know
Now tell me would you really ride for me
Baby tell me would you die for me
Would you spend your whole life with me
Would you be there to always hold me down
Tell me would you really cry for me
Baby don’t lie to me
If I didn’t have anything
I wanna know would you stick around

REFF

VERSE:
Tell me tell me would you want me
Tell me tell me would you call me
If you knew I wasn’t balling
Cause I need girl who’s always by my side
Tell me tell me do you need me
Tell me tell me do you love me
Or is it just tryna play me
Cause I need a girl to hold me down for life

REFF

Isinya mempertanyakan bagaimana konsistensi cinta dari seorang perempuan, kalau2 suatu saat kondisi si lelakinya nggak bagus lagi.
Itu sangat relevan dalam banyak hal..!
Makna dari lirik lagu tersebut sangat aplikatif dan baperable. Sejatinya, bukan cuma perkara cinta melulu sih, ini juga relevan dalam aspek kehidupan lain yang masuk jajaran non-cinta, misalkan, bagaimana loyalitas seorang karyawan kalau kantornya terancam gulung tikar..? Atau loyalitas pemain kalau klubnya terdegradasi..? Bagaimana konsistensi band underground terhadap root-nya, saat scene fanatik mereka banyak yang beralih ke boyband Korea..? Dan tentu saja, banyak kasus lainnya yang masuk dalam scope analogi lirik lagu ini.

Nah..! Khusus buat saya, yang kebetulan pekerjaannya adalah jualan (baca: menjual kreatifitas untuk membeli beras), lagu itu bisa menjadi reminder tentang bagaimana stabilitas jumlah produksi ide, dalam kaitan dengan fluktuasi mood yang inkonsisten. #ahbiji #ribet #kampret
..maksudnya adalah, bagaimana level output kerjaan kita terkait dengan urusan mood.

Kita ibaratkan bahwa ide dan kreatifitas itu, merupakan cinta seorang perempuan terhadap suami, pacar, selingkuhan, kakak2an, oom2an, bapak2an, dsb.
Nah.. saat dalam kondisi yang tidak bagus, -ibaratkan kita Adam Levine, –Gak usah ngayal bakal digilai cewek2..!! ini masalahnya apakah level ide dan kreatifitas kita bisa tetap sama seperti waktu kondisinya bagus? Apakah cinta seorang perempuan terhadap lelakinya di saat susah, akan tetap sama seperti saat lelakinya belangsak? Apakah kreatifitas kita saat #galau akan tetap sama dengan waktu kita lagi hepi? Apakah kemampuan kita menghasilkan ide brilian di tanggal 25 sama dengan tanggal 18? Apakah senyum kita saat kalah judi akan tetap sama ketika menang judi??
Jika sama, maka jawaban yang harus dilontarkan terhadap Pak Adam Levine itu adalah.. “Yes”.

Lalu bagaimana dengan kamu? Apa ” Yes” juga?
Kalau aku sih yes.. Kalau mas anang, gimana?
Mas anang??!
Mas anang?
Mas..?
Kok diem aja? Mati apa?
Mas anang?
MAASS ANAAAANNNGGGG…!! OH TIDAAAKKK!!