Back To The Fitri

Yang punya mantan namanya fitri, mungkin hari lebaran akan terasa amat berat. Karena.. usaha kalian buat move on akan gagal setelah sebulan penuh menahan nafsu, tapi pada akhirnya tetap kalian harus kembali ke fitri.

Ya! Lebaran = besok… katanya.

Semoga tidak diundur, mengingat puasa pun tidak perlu diulang, karena memang tidak ada kecurangan. Meski warteg-warteg yang selama bulan puasa kemarin buka secara masif dan sistematis, namun mereka tetap memasang gorden sebagai tameng untuk menghindari serbuan ormas.
Mau makan kah ormas?
Tentu tidak.. Menyerang pastinya.

Membahas soal lebaran..
Lebaran kali ini memang terasa spesial.
Kenapa?
Karena lebaran tahun ini jatuh bertepatan pasca pengumuman resmi KPU dilakukan. Kedua kubu yang semula saling ejek, saling hasut, saling hina, saling tikam dan lain sebagainya, kini seyogyanya berpadu layaknya ketupat dan opor ayam. NOTE: opor ayam!! –maaf jika dalam prakteknya ada yang memilih kambing.

Ayam atau kambing, itu hanya pilihan. Sejatinya, keduanya tetap satu fondasi meski berbeda rupa. Kambing dengan tanduk serta janggutnya, sementara ayam dengan sayap dan pahanya. Kendati faktanya invasi ayam lebih luas ketimbang kambing, namun jika dilihat secara statistik, keduanya punya track record bagus. Ayam mampu merangsek ke dalam bungkus indomie maupun mie sedap, sementara kambing sanggup mensejajarkan diri dengan sapi dalam rangka meraup perhatian dari para ‘neneners’ lewat produk “susu kambing”.
Sementara ayam? ..mana ada susu ayam?!!

Nah, siapa diantara kalian yang suka nenen sama kambing?
Atau mungkin nenen sama ayam?
Ayam apaan yang bisa dinenenin..??

Tak perlu sungkan untuk mengakui. Tak perlu segan untuk memaklumi.

Apapun.. Jika memang lebaran tetap digelar besok, maka saya, selaku saya sendiri, ingin mengucapkan: “MINAL AIDIN WAL FAIDZIN.. mohon maaf lahir dan batin.”

Sekian.. Ciao.. Aku mau bobo dulu. I feel free.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 320 pengikut lainnya.