Off SocMed

Media sosial mau nggak mau udah jadi bagian yang nggak terpisahkan dari hidup kita. Hidup lo, gue, dan juga mereka.. Biarpun sebenernya banyak dari kita yang pake socmed tuh cuma buat eksis2an doang. Tapi kayaknya, gak eksis gak ngehits.. Gitu yang gue tangkep dari gelagat temen2 gue. 
Tapi belakangan,  gue sering banget liat berita yang mengisahkan tentang adanya jarak antara orang dengan socmed. Contoh adalah berita soal artis2 yang nggak punya socmed. Ada lagi tentang penyanyi Ed Sheeran yang pernah hiatus dari socmed. Mungkin ada beberapa juga yang lainnya. 

Di kehidupan nyata, gue sendiri ngalamin punya temen, yang sama sekali gak maen socmed; ada yang sama sekali gak punya semua platform socmed, ada juga beberapa yang sengaja gak make sebagian aja, yang emang dirasa gak perlu2 amat. Gue liat hidup mereka enak. Ngobrol sama temen bisa fokus. Gak mencet sana-mencet sini waktu diajak diskusi tentang hal yang serius. 
Oleh karena itu, sekarang, gue lagi coba ngurangin – atau tepatnya ngehindarin banget penggunaan socmed. Biarpun sebenernya gue lagi seneng2nya upload gambar2 gue di Webtoon – plus curhat di blog gue ini, tapi nggak tau kenapa, belakangan ini gue ngerasa socmed kurang menarik.

Mungkin nggak semua.. Tapi diantara platform yang ada, gue lagi coba buat nggak make Facebook, Twitter, Instagram sama Path. Biarpun nggak gue uninstall, tapi semuanya udah gue log out. Cuma Linkedin sama WordPress yang masih dalam keadaan terbuka dan memungkinkan untuk munculin notifikasi push. 

Alasannya? Linkedin itu platform socmed professional.. Banyak business opportunity atau relationship matters yang gue rasa lebih bermanfaat bisa didapet di sana. Kalo blog.. Jelas lah karena ini juga nggak socmed-socmed amat. Lebih ke creativity tools kalo menurut gue sih. 

Sementara, balik lagi ke penggunaan socmed secara keseluruhan, alasan gue menonaktifkan socmed adalah karena itu tadi.. Pertama kontennya udah nggak menarik lagi.. Kedua, gue masih menemukan banyak diantara temen2 gue (baik yang ril atau temen digital), yang masih bodo atau tepatnya sumbu pendek, yang sering share konten provokasi, yang nantinya cuma bikin panas doang. Yang ketiga, nggak ada manfaat bisnis atau finansial yang gue dapet dari Fb, Twitter, IG atau Path – kecuali buat mereka yang emang punya online shop atau internet marketer. Terakhir, hemat batere! Jujur gue ngerasa borosnya konsumsi batere gadget gue tuh 60% disebabkan karena penggunaan social media (internet browser, audio/video streaming, file sharing, navigation gak termasuk di dalamnya).

Selain itu, gue juga sebenernya pengen nge-non aktifin akun Line gue.. Cuman karena lengkapnya feature interaksi di Line, ditambah beberapa temen juga cuma pake Line buat komunikasi sama gue.. Jadilah belom gue nonaktifin itu Line.
Udah sih, gitu aja paling.. Gue pengen lebih banyak ngantongin hp ketimbang pegelin tangan buat ngusap2 touchscreen. Gue pengen tangan gue – dan waktu gue pastinya, lebih banyak dipake buat hal yang berguna.

Iklan

Jauh WhatsApp Daripada Api

Banyak orang labil yang mengeksploitasi status jomblo mereka, untuk dijadikan bahan tweet, posting, bahkan sampai jadi buku. Mereka bilang, jomblo itu pilihan, bukan kutukan.
Perasaan, dari jaman celana jeans raja firaun ngpress, masukinnya pake plastik, yang namanya kejombloan itu bukan merupakan sesuatu yang menarik untuk dibahas. Jadi apa bagusnya menjadikan jomblo sebagai tema?
Mulai dari yang katanya jomblo akut, sampai dengan jomblo terhormat.. Apa bedanya? Yang namanya jomblo mah tetep aja merana. Kebanyakan waktunya dihabiskan berdua sama tangan kiri.
Jadi, apa kerennya mengangkat tema jomblo?

Kalo kata gue, akan lebih bagus kalo misalnya para seleb tweet, mengangkat tema yang bisa memintarkan followersnya? Misalkan politik.. Atau masalah hukum.. Atau apalah yang sekiranya bikin para selebtweet itu keliatan mikir. Sukur2 bisa ngasih kontribusi buat pembangunan bangsa. Jadi ngga cuman sebatas ngegalau aja.
Ada lagi selebtweet cewe yang hobi banget ngomongin mantan.. Dimana unsur edukatipnya yak???

Oke.. ngomongin soal selebtweet yang notabene kebanyakan otaknya cuma nyampe level itu, emang nggak bisa dilepaskan dari kebiasaan followernya yang ngga beda jauh. Dimana mereka yang merupakan jemaat dari para selebriti khusus dunia maya tsb, biasanya cuma keranjingan sama sesuatu yang keliatan keren tapi norak.
Bisa dibilang apa yang digambarkan itu adalah gaya hidup mereka.

Nah, soal gaya hidup, itu gimana ya..? Susah juga dijabarkan. Jadi,yang namanya gaya hidup, kan punya dua kata yang membentuknya, dimana ada kata gaya dan kata hidup.
Hidup.. Udah tau lah ya maksudnya apa. Sementara gaya, itu mengandung muatan fisika. Dimana di salah satu hukum fisika yang berhubungan dengan gaya, menyebutkan bahwa: “Tekanan berbanding lurus dengan gaya.” – yang kurang lebih artinya adalah, kalo selama ini lo ngerasa hidup lo penuh tekanan, itu mungkin karena lo kebanyakan gaya.
Nah, di teori fisika yang lain, tepatnya di Hukum Newton pertama, dijelaskan bahwa “Benda akan diam di tempat atau bergerak konstan kalau tidak diberi gaya.” – dimana yang ini maksudnya adalah bahwa lu ngga akan berkembang kalo ngga gaya.

Dua hukum di atas sudah jelas kontras dan tidak pararel. Tidak mendukung antara satu sama lain. Seperti cewek cakep dan pohon mengkudu yang seperti gue jabarkan di postingan sebelum ini.
Nah.. Untuk masalah itu, yakni soal postingan yang kemaren, dimana cewek cakep kok bisa bersanding dengan pohon mengkudu yang buahnya bau, itu gue gak tau. Bisa aja itu disebabkan karena kesalahan sistem, atau tidak berjalannya regulasi. Kalau regulasi udah ngga jalan sebagaimana mestinya, maka apapun akan menjadi sebuah kemungkinan. Seperti ibaratnya angkot.. kalo sebuah angkot yang mengangkut emak2 yang mau ke pasar tiba2 nggak jalan dan mogok sebelum sampe ke pasar (baca: layu sebelum berkembang), maka apapun kemungkinan akan bisa terjadi; seperti misalnya, emak2 yang pada mau beli sayur yang diangkut angkot tersebut berhamburan keluar dan memilih jalan kaki, ada yang menumpang angkot lain, ada yang beralih ke taksi (gaya amat emak2..?!), ada yang manggil ojek, atau ada juga yang berdoa seraya menyemangati si sopir agkot, biar bisa melajukan kembali angkotnya. Bisa saja..! Tapi.. Menyemangati? Gimana caranya? Ada banyak sebenarnya. Salah satunya adalah dengan cara: gimme a SUP..!! Gimme a PIR..!! Gimme ANGKOT..!! Go go SUPIR ANGKOT go go SUPIR ANGKOT goooo…!! jadi cheerleader maksudnya. Bayangin.. emak2 tukang gado2/nasi uduk jadi cheerleader buat sopir agkot. Bagaimana jadinya?

Urusan sopir angkot -lepas dari soal angkotnya mogok apa ngga- emang ngga bisa dilepaskan dari perkembangan peradaban manusia. Dimana semakin majunya peradaban, membuat manusia butuh akan sarana yang disebut transportasi. Di titik inilah yang namanya sopir agkot mulai meretas karirnya. Di daerah gue sendiri, sopir angkot punya komunitas (lebih tepatnya sih organisasi), yang namanya KOSA KATA (KOmunitas Sopir Angkot KAwasan koTA), dimana ketua umumnya adalah Drs. Ian, S.Tkaprupen (sarjana transportasi khusus angkutan perkotaan rute pendek – itu gelar yang didapatnya cuma dari kampus UNJ (urusan ngukur jalan)). Drs. Ian, S.Tkaprupen merupakan ketum incumbent dari komunitas angkot KOSA KATA. Di pemilihan ketum selanjutnya, ia akan berjibaku melawan beberapa calon yang diusung oleh para juragan angkot ternama.
Semasa menjabat, Drs. Ian, S.Tkaprupen terkenal sangat anti dengan yang namnya pembajakan. Sama seperti para musisi, Ian tidak pernah mentolerir adanya proses pembajakan; bedanya, kalau musisi ngga suka karyanya dibajak, kalo Ian ngga suka angkotnya dibajak. Wajar memang, mengingat semasa ia menjadi pilot yang bekerja untuk maskapai Nyungsep Airlines, ia pernah beberapa kali mendapati pesawatnya dibajak. Ketika saat ia hendak mengantarkan para jamaah haji yang akan menuju Mekkah, pesawatnya dibajak oleh beberapa orang yang memaksanya landing di Pondok Gede. Alasannya, sang pembajak belum manasik.

Jadi, wajar lah ya kalo sampe saat ini, dimana pasca ia dimutasi jadi sopir angkot + ketum oranisasi angkot, dia masih anti dengan pembajakan. Malah sampe2, facebook atau twitternya dibajak aja dia bingung..!! Pernah suatu hari, BB’nya juga dibajak -jadi sesudah pesawatnya, beberapa hari kemudian BB’nya yang dibajak. Terpampang disana (di status BB’nya) “Aku kesepian.. Temani aku, plis!”, padahal dia tidak penah merasa ganti status seperti itu.
Lantas, siapa yang menuliskan status “Aku kesepian.. Temani aku, plis!” ini? Mungkinkan pihak yang memang tidak suka dengannya? Atau mungkin mantan pacarnya yang masih merasa sayang padanya? Bisa saja.. Namun untuk pastinya, siapa yang bisa menjamin?